Skip to main content

Melestarikan warisan tradisi budaya Kerajinan yang memiliki keunggulan dan Daya Saing.

Indonesia merupakan negara yang memiliki beribu ibu pulau dari Sabang sampai Merauke serta memiliki keanekaragaman budaya dengan corak  dan keunikannya  yang khas  di setiap daerah khususnya kabupaten Tangerang.


Anyaman di Indonesia  telah lama ada  dan terus berkembang sampai saat ini, Demikian pula icon Topi Bambu juga sebagai kerajinan Tangerang ada di logo pemerintahan Kab.Tangerang. Sejarah telah mencatat topi bambu sudah ekspor sejak jaman kejayaan  di tahun 1913 hingga 1930 berada di Cikupa tempo dulu.

Dengan keberadaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) memiliki tugas untuk menggali serta melestarikan warisan tradisi dan budaya bangsa yang tercermin pada berbagai produk kerajinan di wilayah masing-masing, sehingga produk kerajinan dapat menopang perekonomian masyarakat.


Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Tangerang Yuli Zaki Iskandar berharap rapat koordinasi Dekranasda dapat menyelaraskan program kerjanya dengan Pemerintah Daerah di Tahun 2023. Program dan kegiatan tersebut harus selaras dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal perkembangan ekonomi.

Saat ini galeri topi Bambu ada di Cikupa samping Citra Raya.

Produk Unggulan Tangerang Bersama Bambu craft

Inovasi Helm Anyaman Bambu by Bambu Craft sudah terdaftar di HaKI .

“Program kerja Dekranasda harus tetap bersinergi dan mendukung program pemerintah, terlebih dalam hal perkembangan ekonomi,” ucapnya pada rapat koordinasi Dekranasda Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Selasa (14/03/2023).

Desainer PeciBambu kangagush bersama Bupati Tangerang @Pendopo Tangerang
Dalam upaya melestarikan tradisi tersebut melalui media sosial instagram, website www.topibambu.com dan toko online warung kerajinan kangagush  di Dekranasda " Bidang Humas dan Publikasi " sehingga telah membuat buku tentang topi bambu.
Inovasi Produk Peci bambu dengan Merek ALF DIN terdaftar di HAKI by Bambu Craft


Comments

Popular posts from this blog

Kreasi Siswa SKh Griya Mandiri Manfaatkan Sampah Plastik Bekas

Edukasi bersama Siswa dan siswi Skh Griya Mandiri (4/8/2025) Siswa  siswi Sekolah Kebutuhan Khusus (SKh) griya mandiri di daerah rajeg ini memulai belajar berbasis lingkungan mulai daur ulang sampah melalui praktik langsung seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengubah sampah menjadi produk kreatif menjadi souvenir dan berpartisipasi dalam program sekolah peduli lingkungan  ujar Kepala sekolah SKH Griya Mandiri  Ibu Turinah Ayuriani (4/08/2025) memberikan edukasi di aula SKh  untuk memberikan pelajaran kreasi daur ulang sampah bersamaan Kang Agus Topibambu foundation.     Bersama Staf Pengajar SKh Rajeg Edukasi daur ulang juga bisa disampaikan melalui pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dan kegiatan menarik seperti lomba atau komunitas peduli lingkungan, sehingga siswa tidak hanya paham manfaatnya bagi lingkungan tetapi juga terampil dalam mengolah sampah dan menjadikannya barang bermanfaat. Berikut Link YouTube nya : Vide...

Metode Tracer Study Menjadi Ujung Tombak Pendidikan Vokasi

Pendidikan Vokasi berkaitan erat dengan ketenagakerjaan.Oleh Karena itu pada dasarnya Pendidikan Vokasi adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik untuk siap kerja atau wirausaha sesuai keterampilan  dan keahlian yang dimiliki. Kegiatan ini untuk mendapatkan informasi  tentang ketenagakerjaan dan  dunia kerja  pada level Kabupaten atau kota, provinsi dan Nasional. Namun Peluang keterampilan yang telah Di ajarkan  hasil kajian masih terdapat salah satu kesenjangan  yang harus Di ukur adalah penelusuran pendidikan Vokasi (tracer study). Konsep ideal bagi Yang telah menyelesaikan studi dan lulusan dari satuan pendidikan adalah 1.Bekerja sesuai keterampilan yang di miliki 2.Melanjutkan pendidikan  3.Wirausaha Potensi  kesenjangan diatas perlu dijawab dengan melalui penelusuran  atau tracer study. Desain yang dibuat  oleh Ditjen Diksi membuat desain tracer study tahun 2021 yang di kemas melalui metodologi survei dan statistik...

Karya dan Kolaborasi "Pameran Inovasi Bambu Nusantara"

Pusat Kolaborasi Riset (PKR) merupakan media bagi periset dan berbagai pihak dalam mengembangkan science, Technology and Innovation sehingga dapat memberikan manfaat bagi kelestarian  dan berkelanjutan ekosistem bambu serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha bambu di Indonesia. Diskusi dan presentasi dari pakar bambu hingga showcase produk  dengan narasumber  Eko Setio Wibowo, Ph.D  Prof Naresworo Nugroho Prof Sukma Surya kusumah Dr. sarah Augustina Prof Saptadi Muqoddas (Perpubi) demo produk Blackboard bambu untuk rumah biomassa Adapun sesioan kedua setelah isoma adalah Prof  Elizabeth Widjaja Prof Lina Karlina sari Dr. yusuf amin Prof Ratnawati Pemalu usaha ; iwan Sing Seni Kelontong Eluh Maulana desain produk Acara berlangsung dengan baik di gedung Galeri UKM Tangsel  sekaligus pembayaran piagam kerjasama dengan tanda tangan di Topi Banbu Sambrero Raksasa. (18/12/2025)inisiator dari Kang ...